Jumat, 22 Juni 2012

Sesal di Akhir Sang Anak Kos

Awal kuliah Uang kiriman orang tua
walau pun pas-pasan tetap selalu bersyukur
Uang kiriman diatur hemat
karena ingat bapak ibu susah nyari duit

Pergi ke kampus jalan kaki mengirit ongkos
baju bersetrika rambutnya licin
pakai celana yang bukan jin
tugas dan laporan selalu dibikin.


Kalau orang tua menelpon
air matanya jatuh setetes
Teringat keringat bunda menetes
meminta doa supaya sukses


Memasuki semester 5 dia kuliah
sudah banyak yang berubah
malam bergaple sampai sakit
bangunnya siang terbirit-birit


Mau kuliah tak sempat mandi
deodoran disemprot disana-sini
kancing bajupun meleser sebiji
apa boleh buat nggak bangun pagi


Sampai di kampus datang terlambat
ditanya dosen mengapa telat
berbohong cari jawaban tepat …!!!
bikin tugasnya juga tak jelas


Dan kini dia sudah semester 8
Aduuuuuhhhh bagaimana ini?
hutangnya banyak disana-sini
Kiriman habis buat sang pacar

Jadinya makan ga makan


Tak bisa lagi bayar biaya kos
kuliahpun memang suka bolos
terancam DO bisa tak lolos



Ibu kos marah-marah
nagih uang kos,
minta ditunda masa pembayaran
alasan uang masih di jalan

Selama belum bisa bayar
jarang dirumah banyak keluar
alasan tugas tak kelar-kelar
ternyata itu cuma koar-koar


Kalau begini sudah caranya
tak akan sukses dikuliahnya

Sejenak dia merenung
teringat nasehat baik
yang terucap dari orang tua
sebagai bahan untuk berfikir si anak
saat melepas merantau untuk kuliah


Belajar engkau dengan serius
tugas kuliah harus diurus
agar kuliah segera lulus
masa depanmu pasti kan mulus

Janganlah banyak bermain saja
apalah lagi berhura-hura
kasihani kedua orangtua
peras keringat berdarah-darah

Jadilah engkau putra idaman
hidup merantau didalam iman
kelak namamu jadi gumanan
harum semerbak bunga ditaman.


Tetapi penyesalannya sia-sia
Sesal diakhir tiada guna
hanya membuat lemah karena
meratap kelak diujung sana
ketika tua menjelang fana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar