Sabtu, 17 Desember 2011

SELAMAT NATAL



Nyanyian Natal Bergema di telinga
Tiap rumah mulai terdengar nyanyian merdu khas natal
Umat kristiani pergi ke sana ke mari
sibuk mempersiapkan Natal Putih yang selalu dinanti.
Dunia kegelapan kini berlalu
cahayannya telah menerangi segala sudut dunia
dunia pendosa
pendosa dunia.
sambut kedatangan penebus
doamu terkabul,dosamu terampuni
tak seorang pun yang mau melewati
hari yang suci ini,kelahiran Yesus Kristus
tapi hal ini tidak bagiku.
mengapa semua natal indah dengan semua kemegahannya?
haruskah?
kalau iya,aku ta bisa
karena setitik pun aku tak punya
biarlah dengan kekecilan hati,aku merayakan dengan lilin kecil
doa dan pengharapan kecil
selamat natal

Rabu, 30 November 2011

Terima Kasih Ibu,,,,,,,



Betapa menyakitkan ketika maaf yang begitu sulit keluar di mulut kita, di tepis atau di tolak orang yang kita mohon akan maaf nya, sedih, kecewa, bahkan bisa jadi marah terbit di celah hati yang tadinya tulus memohon ampun. Tenggorokan tercekat saat jabat tangan di tolak atau kata maaf di jawab amarah, meskipun kita bisa menyadari, kita yang sudah berbuat salah, kita yang sudah mnyakiti hati dia, maka wajarlah berat baginya memberi begitu saja kata maaf.
Sering kita merasakan, sehabis kata maaf kita haturkan, dan di sambut dengan lapang dada, tangan berjabat pertanda kesalahan sudah di lupakan. Tapi kenyataan nya, saat kita kembali berbuat salah, atau juga salah yang sama tanpa sengaja kita ulangi, kenyataan pahit yang harus kita hadapi. Kesalahan lalu yang kita sendiri lupa kapan/pernah melakukannya, di ungkit sebagai bagian kemarahan, untuk menunjukkan betapa sering salah sudah kita berikan, betapa sering sakit hati yang telah kita hadirkan.
Kata maaf  sering hanya di bibir, sekedar kata manis untuk penghibur, di buat topeng untuk menutupi ruang hati yang menyimpan dendam.
Ini seharusnya jadi pelajaran, ketika maaf kita di tolak, maka kita bisa merasa bagaimana perasaan orang yang meminta maaf kepada kita, kita bisa menimbang apa yang berkecamuk di pikiran seorang yang menunggu kata ampunan.
Begitu sulit mencari kata maaf, begitu sulit menemukan orang yang penuh kasih sayang, memaaf kan tanpa menyakiti, mengampuni dan langsung melupakan. Tapi kenapa kita lupa, ada seorang yang begitu tulus hatinya, mengampuni walau kita lupa mengucap kata maaf, memberi maaf untuk kesalahan berulang yang terus kita lakukan, Dia lah wanita yang paling mulia, kenapa kita lupa ada seorang Ibu yang memberi contoh memaafkan lebih baik dari siapapun.
Bagaimana kita lupa, waktu kecil kita mengotori pakaian dan badan nya, setelah remaja kita kotori kamar dan rumahnya. Bukan kah sering kita sakiti hatinya dengan kata-kata, perbuatan yang tidak di sukainya, kita juga sering menentang perintahnya yang tidak jarang membuat sakit hatinya, mengapa kita bisa melupakan semuanya?
Meski sedikit terlambat, IBU… izinkan kami memohon maaf, atas semua kesalahan yang pernah kami lakukan, atas sakit hati yang sudah lancang kami hadirkan.
IBU… Terima kasih atas kasih sayang yang tak pernah kering, dan terima kasih atas pintu maaf yang selalu kau buka, yang menghindarkan kami dari dosa menyakiti hati orang tua, IBU… Terima kasih untuk segalanya….

Senin, 28 November 2011

Berawal dari Menulis

MENULIS memang butuh integritas yang tinggi, mentalitas yang kuat, serta rasa percaya diri. Membaca, diskusi, berlatih dan begitu seterusnya adalah aktivitas yang mutlak dibutuhkan bagi penulis pemula maupun lanjutan.

Ini niscaya kemampuan untuk menulis dan akan tumbuh dengan sendirinya.
Menulis bukanlah bakat, bukan juga sekadar teori. Karenanya ia harus dipelajari dan diasah terus menerus.

Menulis dipercaya dapat memperoleh beberapa kemanfaatan lebih dari segala pekerjaan yang lain. Coba bayangkan honor berlimpah, kepuasan tersendiri, pengalaman yang tak terhingga.

Sebelum menulis alangkah baiknya kita perhatikan langkah-langkahnya secara tepat dan akurat karena tanpa itu hanyalah sia-sia belaka. Pertama, carilah ide atau tema yang menarik dan selalu up to date  dengan realitas masyarakat sekitar. Apalagi untuk ukuran media massa, hal ini mutlak dibutuhkan.

Kedua, gunakanlah analisa yang tajam. Hal ini juga mutlak karena hakikat tulisan yang bagus bukanlah tulisan yang banyak dan tebal tetapi tulisan yang mampu memberikan hal baru sekaligus pencerahan bagi pembaca.
Bukan sekadar menulis, ketiga, kumpulkan data dan referensi (buku, majalah, koran, bulletin, atau apapun).

Hal ini berguna untuk membangun analisis kita terhadap permasalahan yang akan kita tulis dan sebagai penguat analisis. Keempat, Mulailah menulis. Menulis bukan sekadar teori tapi praktik, sehingga jangan terlalu banyak belajar teori. Teori bukanlah segalanya, tapi segalanya butuh teori. Kelima, editing.
Tahap ini saya pandang penting karena hal ini merupakan evaluasi.

Untuk itu dalam mendukungnya ajaklah teman, senior, dosen, guru, atau siapa saja orang yang kamu anggap bisa. Lalu mintailah komentarnya tentang tulisan yang baru saja dibuat. Bisa jadi tulisan yang telah kita buat belum tentu layak untuk dimuat di media massa, maka editing dari senior mutlak dibutuhkan.

Demikian langkah-langkah yang saya tawarkan terutama bagi penulis pemula agar selalu dapat mengembangkan diri dan berlatih secara kontinu. Niscaya tak akan rugi! Selamat berproses!

Minggu, 27 November 2011

Melawan Hari

Sampai kapan kita berhenti disini
Di titik yang terbungkus api
Tanah yang berduri
Laki-laki dalam luka
Tapi hidup tetap kan berlanjut
Jantung yang berdenyut
Bukan untuk menerjemahkan waktu
Terbuang sia-sia dalam lamunan air mata
Jalan adalah jalan
Satukan langkah dan terjalin
Lawan hari ini atau esok nanti
Lekas lukiskan mimpi pada langit
Sampai burung gagak menganyam keranda
Mengembalikan kita pada
Tempat sebenarnya kita berada

20 November 2011
Suryono.Briando.siringo

Saat Dunia Tahu Aku Jatuh


Setahun yang lalu kuberjalan dengan gagahnya Setahun yang lalu kuberjalan dengan congkaknya
Kepala kutengadahkan ke atas
Aku berhasil……kataku saat itu
Setahun yang lalu kupandang semua dengan mudah
Setahun yang lalu kulihat semua dengan mata sebelah
Namun apa yang terjadi…
Tuhan menamparku…
Tuhan mencambukku…
Tiba-tiba aku gagal…
Tiba-tiba aku jatuh…
Aku tersesat…..karena congkakku…
Aku hilang arah…..karena kebodohanku…
Dunia tahu aku jatuh…
Kolega pun tahu aku gagal…
Putus asa ku…
Hilang keyakinanku…
Sekarang dunia pun telah tahu…
Bahwa aku telah jatuh….
Jatuh….jauh ke palung tak berdasar…

Suryono.Briando.Siringo

Di Atas Renungan Malam



Malamku diselimuti hujan rintik
Begitu hening dan mengalir
Sebuah alunan layu mengiringi malamku
Tanpa terasa pergantian detik-detik itu
Berjalan sangat cepat bagiku
Aku dan waktu
Antara impian dan kenyataan
Dua hal yang selalu berjalan beriringan
Ketika impian itu pergi
Hanya satu yang ku inginkan
Beri aku satu lagi kesempatan itu
Pergi ke masa lalu
Aku dan waktu
Mencoba untuk mengoreksi
Di dalam hati
Aku bertanya dan terus bertanya
Apa ini salah, apa itu benar?
Ah…sudahlah
Kemarin sudah berlalu
Guru di hari ini dan esok
Hari ini adalah hari ini
Mencoba memperbaiki hari kemarin
Agar hari esok
Menjadi hari yang lebih baik


Medan 25 November 2011
Suryono,Briando.Siringo-ringo

Tertikam Kelam


Satu keinginan untuk kebahagiaan yang tak bertepi
Membawa diri dalam lamunan mimpi
Merajut segala yang tak terjadi
Membingkai dengan kilauan halusinasi
Sejenak raga tersentak oleh jutaan kronologi
Segalanya tergerus tanpa terealisasi
Hanya terpondasikan jutaan argumentasi
Terintegrasi bersama emosi
Begitu sunyi dalam heningnya sepi
Caci maki buat diri semakin tak berarti
Membingkai satu abdi yang menyayat hati
Membiarkan raga ini berkawan malam
Mata terpejam santun terbungkam
Bersama doa dan pengharapan
Untuk satu jiwa yang tertikam

Medan,25 November 2011
Suryono.Briando siringo-ringo

Sebuah Mimpi


Bila ini mimpi
Bangunkan aku segera dari tidur lelapku ini
Aku terlalu takut
Terlalu takut menjalani dan melihat semua ini
Aku terlalu takut
Terlalu takut menerima semua ini
Tapi apa sangka bila semua ini realita
Aku tak mampu bergantung lagi
Aku tak mampu bergantung lagi pada sisi kuatku yang kini hanya tinggal
rangka dan puing-puing
Semua itu hancur, hilang tak berbekas
Menjadi kepingan-kepingan yang tak mampu terbentuk lagi
Tak mampu tersenyum apalagi tertawa
Hanya menjadi bentuk abstrak yang tak mampu kembali dibentuk
Semu dan tak mampu disentuh lagi
Memandang semua itu kini berdasarkan pada sisi lemahku yang masih utuh
Sisi lemah yang selalu menutupi realita dan kenyataanku
Gerimis di bulan Juli ini mengakhiri semua mimpi palsuku
Berharap pada suatu esok senyumnya masih membekas dalam kelamnya hariku
Dan menghapus semua sandaranku pada sisi lemahku
Dan ternyata aku keliru
Kini aku menggantungkan semua itu disini, ditempat ini
Tak akan pernah menjawab ataupun membalas bisikan yang terngiang di telingaku
Tak akan pernah membaca ataupun mengartikan tatapan teduh mata itu
Semuanya berakhir
Berakhir disudut jalan yang gelap itu
Langkahku terhenti sampai disitu
Dan takkan pernah kuteruskan lagi
Karena aku terlalu takut menerima semua ini menjadi realita

Imajinasi

Bertalu dalam bunyi-bunyi
Hitung langkah yang kutempuh
Usapkan peluh yang melepuh
Tersebab dekap kota terasa sesak
Serpihan sisa imajinasi
Berserak di lantai
Ingin ku raih pundak matahari
Untuk bekal esok pagi
Bebas! Tanpa jeruji besi
Itu surga hidupku
Berlari, Bernyanyi dan menari
Sesuka hati, Sepuas jiwa
Bersua di selubung polusi
Meraih impian dalam gulungan ekonomi
Kusimpan nyawa kreasiku
Karena sekarang karya tak bermateri

24 November 2011
Suryono.briando siringo-ringo

Minggu, 20 November 2011

Buat kamu apa arti Remaja??



Masa Remaja merupakan masa transisi suatu ketika seorang anak mulai beranjak dewasa. Sepintas dari segi fisik,tentu sudah terliht tumbuh sempurna,Tinggi dan besar. Namun bila ditinjau dari segi mental,Sesungghnya terkadang remaja masih harus belajar banyak mengenai kehidupan,sosial ataupun kemanusiaan. Tidak ada kata coba-coba dalam pencarian jati diri,sekali terjerumus,sulit untuk berkembang menjadi masyarakat yang berkualitas.

Tentu rasanya gembira,ketika orangtua mulai memberikan kita kebebasan dalam mengambil keputusan,mungkin juga uang jajan tambahan,dan bahkan sebuah motor atau mobil untuk bebas bepergian kemana pun. Hal itu tentu tidak masalah,sekiranya orangtua mampu.Sayangnya karena kurangnya kesadaran dari kita sendiri ataupun bimbingan dari orangtua yg seimbang dengan fasilitas-fasilitas itu karakter yg terbentuk dalam diri malah menjadi rusak dan menyalahgunakan fasilitas-fasilitas itu untuk bersikap arogan dalam interaksi sehari-hari antar sesama manusia.itulah yang bisa kita sebut: LEPAS KONTROL.

Perumpamaan sederhana,kebebasan dalam mengambil keputusan itu membuat remaja menjadi sesuka hati menjalani pergaulan pada lingkungan yang tidak sehat,uang jajan tambahan dipergunakan untuk pergi dugem atau mengkomsumsi obat-obat terlarang,dan motor atau mobil yg digunakan untuk ugal-ugalan dijalanan,tanpa mempertimbangkan keselamatan diri sendiri ataupun para pengguna jalan lainnya.

Seperti yang pernah dikobarkan pemimpin kita terdahulu yaitu BUNG KARNO.''berikan aku 10 pemuda,Niscaya akan ku goncangkan dunia''. Kata-kata itu menunjukkan bahwa penting dan besar peranan pemuda untuk kemajuan bangsa ini.So sebagai remaja dan pemuda penerus bangsa,Kita sepatutnya mentafakkuri jalan hidup yang akan kita pilih,Putih atau Hitam,jangan terjebak trus dalam zona Abu-abu keraguan.Bergeraklah untuk masa depan yang baik.

Alangkah mulia dan menyenangkan suatu ketika kita dapat memanfaatkan semangat muda kita untuk berlaku positif.sikap arogan dan negatif yg kita tunjukkan hanya akan mempersulit diri dimana pun kaki melangkah. Kita adalah masa depan bangsa dan juga harapan bagi orangtua dan keluarga.kita semestinya bermoral dan menjauhkan sikap-sikap negatif dalam perkembangan mental kita menuju pendewasaan diri.

Medan,20 November 2011
SURYONO.BRIANDO SIRINGO-RINGO

Sabtu, 19 November 2011

Ada yang aneh dengan musik indonesia

Ada yang aneh dengan musik Indonesia, begitu paling tidak yang saya rasakan. Terutama menyangkut beberapa penyanyi single yang diorbitkan oleh industri musik. Kualitas suara dan teknik menyanyi mereka sebenarnya tak seberapa, dan banyak yang mungkin berpotensi lebih bagus dari mereka. Akan tetapi karena suatu hal, mereka yang yang lebih populer dan dikenal luas oleh masyarakat.
Entah masyarakat pencinta musik Indonesia menyadarinya atau tidak, tapi yang jelas saya sering melihat beberapa orang begitu tergila-gila dengan suatu penyanyi dan menyanjung kualitas suaranya, padahal nyata-nyata bagi saya sang penyanyi hanya melakukan lyp sinc (dibaca : lip sing) ketika bernyanyi, yakni hanya berpura-pura bernyanyi dengan menyesuaikan gerakan bibir dengan lagu yang dibawakan, sementara suara yang terdengar oleh para penonton sebenarnya berasal dari rekaman.
Lyp sinc sebenarnya bukanlah hal yang baru dan pernah dilakukan penyanyi top dunia. Lyp sinc terkadang memang suatu yang sulit untuk dihindari dan memang membantu di dalam industri musik dewasa ini. Berbagai alasan untuk melakukan lyp sinc diantaranya adalah kondisi penyanyi yang tidak fit atau sakit, dan suatu pertunjukan yang harus menampilkan aksi-aksi panggung tertentu sehingga tidak memungkinkan menghasilkan kualitas vokal yang baik secara bersamaan. Penampilan lyp sinc juga terkadang suatu hal yang diharuskan oleh pihak televisi terutama dalam acara-acara yang menampilkan berbagai pertunjukan yang singkat karena memerlukan waktu yang lebih sedikit untuk rehearsal dan memudahkan dalam process sound-mixing  (sumber : Wikipedia).
Yang jadi permasalahan adalah bukan masalah lyp sinc nya, tetapi yang menjadi perhatian saya adalah ketika seorang penyanyi yang lebih sering melakukan lyp sinc itu memiliki kualitas vokal yang tak begitu baik, yang tampak jelas ketika kita mendengarkan ia bernyanyi langsung apa adanya. Perbedaan antara suara hasil rekayasa studio rekaman dengan yang aslinya menjadi sangat kentara. Berbeda dari yang sering terdengar di tv maupun dari cd aslinya, kali ini suara sang penyanyi tak beda jauh dengan penyanyi kafe bahkan terkadang lebih jelek.
Saya bukanlah seorang professional yang tahu betul seluk beluk dunia musik dan berhak untuk men judge orang-orang yang lebih professional dalam bidang ini. Saya juga sadar bahwa industri musik adalah sebuah bisnis, yang pada akhirnya tak bisa terlepas dengan nilai jual dan keuntungan yang didapat. Dalam hal ini saya hanya menyampaikan unek-unek sebagai orang awam yang merasakan sesuatu kejanggalan. Ini semua pada dasarnya hanyalah sebuah keinginan agar para penikmat musik di tanah air disuguhi dengan sesuatu yang lebih berkualitas, dan juga supaya yang muncul ke permukaan adalah orang-orang yang benar-benar memiliki kualitas yang layak sebagai penyanyi, tidak hanya bermodal kan tampang ataupun sensasi yang dimunculkan. Karena saya iri dengan negara-negara lain di belahan dunia lain dimana yang lebih muncul ke permukaan adalah penyanyi-penyanyi dengan bakat dan kemampuan menyanyi yang memang hebat walau secara tampilan fisik tak terlalu bagus.
Masyarakat pencinta musik Indonesia barangkali juga ikut bertanggung jawab terhadap hal ini karena jika mereka mampu untuk memilah mana penyanyi yang baik dan mana yang tidak baik tentu hanya penyanyi-penyanyi dengan kualitas baguslah yang tetap bertahan sementara yang kurang bagus akan gugur dengan sendirinya. Dan diharapkan semua yang terlibat di industri musik tanah air juga lebih mempertimbangkan kualitas, tidak hanya berdasarkan nilai keuntungan yang diperoleh dan nilai jual ke masyarakat semata.
Perlu untuk digaris bawahi, penyanyi-penyanyi yang saya kritisi di dalam tulisan ini, walau tanpa menyebut namanya, tidaklah menyangkut keseluruhan penyanyi di Indonesia. Karena pada kenyataannya, terdapat juga banyak penyanyi-penyanyi kita yang nyata-nyata memang memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di dunia internasional. Dan itulah yang saya harapkan, agar semua yang disebut penyanyi memang menjadi seorang penyanyi professional lebih dikarenakan kemampuan yang dimilikinya.
Dan saya juga tak mengelakkan fakta bahwa orang-orang yang berada di industri musik tanah air saat ini juga telah berjasa untuk membawa musik Indonesia kembali menjadi tuan di negerinya sendiri. Dan semoga dengan kebangkitan industri musik tanah air saat ini, akan tetap memperhatikan dan terus mendorong perbaikan kualitas industri musik di Indonesia.

Jumat, 18 November 2011

MENJADI LEBIH BAIK

Aku tidak ingin menjadi yang terbaik
Aku hanya ingin menjadi yang lebih baik.

Aku tidak ingin menjadi nomor satu
Aku hanya ingin berjuang sampai akhir.

Aku tidak ingin selalu menjadi juara
Aku hanya ingin bertanding dengan sportif.

Aku tidak ingin menjadi yang paling pintar
Aku hanya ingin terus belajar dan belajar.

Aku tidak ingin punya titel/gelar yang panjang
Aku hanya ingin punya nama yang sederhana.

Aku tidak ingin jadi manusia suci tanpa dosa
Aku hanya ingin terus memperbaiki diri.

Aku tidak ingin hidup abadi selamanya
Aku hanya ingin hidupku bermanfaat di dunia.

Biar semuanya untukmu

aku melangkah sepi...
sendiri dalam dunia yang seolah-olah sudah membenci...
saat sendi-sendi tidak mampu menahan untuk berdiri...
saat manusia tidak lagi mengenal diri...

diujung sana ada seorang anak gadis...
menangis sedih seorang diri...
lalu aku mampir dan bertanya...
apa yang telah terjadi sampai kau begini?

aku ini menyesali diri...
aku ini menyesali nasib...
aku ini menyesali semuanya...
aku ini menyesal akan semua yang sudah tiada apa-apa...

aku terharu melihatnya...
aku faham...benar-benar faham situasinya...
krena aku ini juga sepertinya...
seorang insan yang tidak punya apa-apa...

ku ulur tangan ku yang terbuka...
mari...mari datang padaku...

lupakan saja semua yang terjadi..
aku tidak peduli semua itu...
biar aku terangi hidup sebagai mataharimu...
biar aku ceriakan hidup sebagai lagumu...
biar aku limpahkan hidup dengan kasihku...
biar semuanya untuk mu...

Kamis, 17 November 2011

Aku disini Bukan Untuk Kalah,,


Banyak yang berubah,,,,
mengikuti perputaran roda kehidupan,,,
waktupun begitu cepat berlalu hingga sulit kukejar,,,
aku pun merasa sendiri, kian tertinggal,,
dan terus terdiam sambil menggenggam bayang masa lalu,,,

tak ingin kupaksakan diriku menjadi apa yg seharusnya,,,
aku ingin memiliki pilihan dan bisa untuk memilih,,,
seperti adanya yg kumau,,,
seperti adanya yg ku rasa nyaman,,,

aku adalah aku,,,
yang kan slalu melawan bila terlalu dipojokkan,,,
yang takkan pernah lari bila disalahkan,,,
meski banyak yg tertawa dan menganggap pecundang,,,
tapi yg kusadari tawa mereka adalah tawa kebodohan mereka sendiri,,,

aku disini bukan untuk kalah,,,
kaki ini masih mampu berlari,,
tangan ini masih mampu tetap terkepal,,,
terus berlari mengejar semua yg kuinginkan,,,
bukan hanya cinta,,,
bukan hanya cita-cita,,,
tapi untuk meraih aku yg sesungguhnya,,,

Aku bukanlah orang yg akan menerima sebuah kekalahan,,,

Selasa, 15 November 2011

Apa,Mengapa dan Ada apa dengan Bangsa Ini,,,,,,

apa mengapa dan ada apa dengan bangsaku seperti tak ada lagi yang mau mengetahui isi hati rakyat
rakyat yang hidup dalam satu bangsa.?

aku melihat Para penguasa negeri ini seakan tak mendengar teriakan diluar sana
yang mengadu tapi tak di dengar.
apakah bangsaku hanya bisa diam dengan semua keterpurukan yang terjadi.?

Politik di jadikan tempat mencari uang.
Bukan lagi sebagai tempat mensejahtrakan rakyat,
Dimana para pemuda yang menjadi masa depan bangsa.
mereka hanya menjadi permainan politik orang-orang tua.

Lihat lah Para Penguasa Negeri ini Bersembunyi di balik baju dan kursi kebesarannya.
Mereka ambil hak rakyat tanpa rasa berdosa.
Tanpa memikirkan nasib rakyat yang di pijaknya.
Saat hukum meminta keadilan.
Mereka berdalih berpaling dengan Beribu alasan.
Dengan alasan sakit,
Mereka pun mampu membuat Hukum seperti permainan.

Sepertinya bangsa ini sedang tidur
dan tertidur dari abad ke abad

saat bangsa asing datang menista
bangsa ini Masih tidur

saat proklamasi kemerdekaan
terkumandangkan bangsa ini masih juga tertidur

hati bangsa ini mulai keropos
bangsa ini sedang berhitung mundur kehilangan hatinya

hanya kepak sayap burung garuda
masih senandungkan harapan untuk bangunkan
bangsa ini dari tidur panjangnya.

Bangun lah negeriku,,,,
bangkitlah dari tidur panjangmu,,
Bersama kita berjalan bergandeng tangan
saling berpegang pada satu tumpuan demi Indonesia.

salam
suryono siringo-ringo

14 november 2011

Senin, 14 November 2011

Gapai mentari dlm genggaman tanganku


Akan aku sinari hari
Dengan cahya harapku
Akan aku raih anganku
Ketika aku jalani hariku
Aku bisa jika
Aku yakin aku bisa

Aku pun
Tersenyum
Atas semua itu
Aku terus bangkit
Di penghujung waktu

Bibir bergetar
Kata yang masih terpendam
Kini telah terlontar
Penuh harap
Aku pun gapai mentari
Dalam genggaman tanganku

Sabtu, 12 November 2011

Melompat dan Genggamlah!



Bayangkan! Sesuatu yang Anda impikan berada 150 cm di atas Anda, Anda tidak dapat menggapainya jika Anda hanya berdiri dan mengangkat tangan ke atas. Jadi apa yang Anda lakukan?
Kebanyakan orang akan menurunkan tinggi dari sesuatu yang mereka impikan dan mereka akan dapat menggapai hal tersebut. Memang hal ini tidak salah dan sangat logis. Namun, apakah Anda merasa cukup dan puas dengan hal tersebut?

Betapa luar biasanya jika sesuatu yang Anda impikan itu tetap berada pada ketinggian yang sama dan Anda dengan usaha yang penuh kesungguhan dapat menggapainya. Salah satu caranya melompatlah. Pada kesempatan pertama, Anda belum dapat menggapainya. Selanjutnya kembali lagi kepada Anda. Apa yang Anda lakukan? Apakah kembali pada opsi di atas atau melakukan sesuatu yang jarang dilakukan oleh kebanyakan orang yaitu berlatih?

Latihlah lompatan Anda. Yakinlah pada kesempatan kedua, Anda akan sedikit lebih dekat unutk menggapai hal itu. Yakinlah juga pada suatu kesempatan Anda dapat menggapainya dengan lompatan Anda asalkan Anda tekun dan sabar berlatih.

Penerapannya, apa pun pekerjaan Anda, pasti Anda memiliki tujuan/pencapaian yang berada di atas Anda.

Saat banyak orang mengatakan tujuan Anda terlalu jauh, kebanyakan orang akan merevisi target pencapaiannya dan mencapainya dengan mudah. Tetapi, bayangkan betapa puasnya Anda ketika target pencapaian tidak Anda ubah dan Anda dapat menggapainya dengan kesabaran dan ketekunan.

Seperti yang disampaikan di atas, ketika Anda belum dapat meyentuh target Anda, hal yang sebaiknya diubah adalah diri Anda. Perbanyak pengembangan diri dan tingkatkan aktifitas Anda. Pasti beberapa waktu kemudian Anda dapat menggapai target Anda.

Satu lagi, hal terpenting yang sebaiknya Anda ingat, jangan sampai ketinggian dari tujuan Anda membuat Anda stres dan depresi. Namun, jadikan tujuan itu sebagai faktor pendorong untuk meledakkan potensi dalam diri Anda. Ketika Anda mau, Anda pasti bisa. Jadi, melompatlah dan jangan pernah menyerah sebelum Anda dapat meraih dan menggenggam erat impian Anda!

Fenomena “kumpul kebo” di lingkungan kampus

Salah satu masalah sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat adalah “kumpul kebo” yang terkesan menjadi hal yang biasa dengan anggapan bahwa hal tersebut adalah bagian dari kehidupan modern.
“Kumpul kebo” memiliki pengertian perbuatan tinggal bersama antara laki-laki dan perempuan tanpa diikat oleh suatu tali perkawinan yang sah.

Pelaku kumpul kebo di kalangan mahasiswa mengadopsi kehidupan “kumpul kebo” dari Kebudayaan Barat bahwa  “kumpul kebo” adalah hal yang biasa. Padahal seks sebelum menikah adalah hal yang tabu pada kultur Indonesia. Norma-norma Indonesia tidak menyediakan ruang bagi pasangan “kumpul kebo”. Oleh karena itu berita seseorang yang menjalani kehidupan “kumpul kebo” akan menjadi gaduh sosial. Namun norma yang menabukan “kumpul kebo” dan sanksi sosial yang mengancam pelakunya ternyata tidak cukup kuat untuk sekedar meminimalkan banyaknya pelaku “kumpul kebo”.


Budaya hidup bersama tanpa ikatan pernikahan atau “kumpul kebo” sudah menjadi hal yang biasa dan dimaklumi secara kultural di negara-negara barat. Contoh yang sering terjadi adalah kisah para pemain sepak bola di Eropa yang hampir selalu hidup serumah dengan pacar-pacarnya kendati pun mereka belum menikah. Tidak jarang mereka baru menikah setelah memiliki anak. Kehidupan “kumpul kebonya” menjadi berita di media dan mengganggap bahwa kehidupan “kumpul kebo” lazim dilakukan sebelum menikah. Meskipun demikian, kehidupan mereka tidak menimbulkan gaduh sosial karena kultur di negeri barat melazimkan kehidupan “kumpul kebo”. Di Negara Barat mereka yang melakukan “kumpul kebo” lebih didasarkan pada keinginan mencocokkan diri sebelum mereka benar-benar menikah. Bila pasangan tersebut merasa cocok mereka dapat melanjutkan ke jenjang pernikahan, tetapi bila tidak ada kecocokkan mereka dapat berpisah. Hal ini dapat dilakukan meskipun mereka sudah memiliki anak dari hasil hubungan tersebut.

Fenomena “kumpul kebo” juga terjadi di lingkungan kampus, praktek “kumpul kebo” yang dijalani sejumlah mahasiswa – mahasiswi di tempat kos mereka masing-masing yang berada disekitar kampus dan menjadi bagian dari pemukiman penduduk sipil. Hidup bersama tanpa menikah di tempat kos-kosan di kalangan mahasiswa kian marak terjadi. Mahasiswa yang melakukan “kumpul kebo” biasanya adalah mahasiswa pendatang atau mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Mereka beralasan faktor keuangan menjadi pemicu mereka melakukan “kumpul kebo”. Demi menghemat pengeluaran uang untuk sewa kos dan dipengaruhi faktor lainnya, mereka memilih ‘tinggal bersama’ tanpa ikatan tali pernikahan. Mereka berpacaran tetapi derajatnya lebih tinggi dari berpacaran biasa. Tidak cuma makan bersama, mencuci bersama, rekreasi bersama, tetapi juga tidur bersama. Hal ini tersirat bahwa, kalau sudah tidur bersama sekian malam dalam seminggu, tidak dipungkiri mereka juga melakukan aktivitas seksual. Mereka sudah lama hidup bersama tanpa nikah.

Penyebab trjadinya hidup bersama tanpa nikah  ato sering disebut ''kumpul kebo'' di lingkungan kampus antara lain toleransi masyarakat sekitar. Mereka mengetahui hal tersebut tetapi menganggap “biasa”, sepanjang tidak menimbulkan gangguan yang merugikan orang lain. Biasanya mereka dari golongan ekonomi bawah dan pendatang.
Jelas fenomena kumpul kebo dikalangan mahasiswa ini tidak dapat dibiarkan begitu saja, karena kalau kita membiarkanya sama saja kita menutup mata untuk mendukung adanya kegiatan sex bebas (kumpul kebo) terselubung antar mahasiswa dan mahasiswi  yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan moralitas beragama.

Sudah saatnya para penguasa, tokoh masyarakat dan anggota dewan (minimal DPRD) memperjuangkan lahirnya perda (peraturan daerah) yang melarang hidup seatap tanpa ikatan nikah, melahirkan aturan yang ketat bagi pengelola rumah kos-kosan ataupun kontrakan, sehingga praktik kumupl kebo alias perzinaan dapat diberantas tuntas. Di samping itu razia-razia dan penggerebekan dari pihak yang berwenang perlu diintensipkan dan digiatkan lagi, agar praktek kumpul kebo dan zina serta kejahatan lainnya yang bersarang di kos-kosan di mana-mana itu dapat disapu bersih. Sehingga masyarakat hidup dalam ketenangan dan damai

Di ujung malam Ini


Merantau pergi jauh dari rumah, sendiri menatap langit-langit kamar. Fikiran menerawang jauh hingga ke rumah yang nan jauh disana. Bukan karena aku cengeng,namun rasa rindu adalah manusiawi ada nya.

Derik jangkrik sayup terdengar seperti mecibir, nyamuk sibuk menyedot darah di tubuh ini. Detak jarum jam tak mampu meninabobokan mata. Jam 22.35 hari sabtu tanggal 12 november 2011. Terkapar sendiri di petak kost.

Jari menari di atas keypad,mencoba menuliskan keadaan ini sedetil-detilnya...berharap mengurangi sedikit kerinduan dan mensugesti fikiran agar ketika terlelap tidur aku akan memimpikan mereka yang aku rindukan.... Hingga besok aku kembali ke siklus hidup yang berputar menuju ujung senja usia.

AKU DAN PENDAPATKU


Setiap hal di dunia ini selalu diciptakan sesuatu yang berdampingan.Ada siang ada malam, ada benar ada salah, pun begitu ada Pro ada Kontra.

Dalam setiap masalah ataupun Penawaran suatu ide baru selalu muncul Pro dan Kontra.
Untuk hal yang benar selalu ada pendukung dan penentang,bahkan untuk hal-hal jelek pun ada pendukung dan penentangnya bukan?.

Disinilah muncul ''tukang kritik''.Mengkritik,menyanggah,ataupun menyarankan, terlepas akan niatnya membangun atau menghancurkan si ''idealis''.
Kritik membangun itu yang kita harapkan, tapi apa daya lain kepala lain pemikiarn lain pula penilaian,dan Kadang kritik berubah menjadi ajang menghancurkan dan mencari-cari kesalahan si penggagas.

Di sinilah sebenarnya semua ide atau pendapat mu diuji , apakah memang layak ataukah hancur di telan gempuran,,,,

Menyerah adalah tabu sob, apakah akan kamu biarkan ''sang kritikus pencibir'' tertawa terbahak dan berkata '' apa ku bilang dia tidak lebih dari seorang pecundang'',selanjutnya serahkanlah hidupmu padanya biarkan ia mendikte hidupmu, lupakan kemerdekaanmu karena setelah itu kamu tak akan mendapatkanya lagi.

Bukankah kita harus tetap tegar,bahwa ''aku adalah aku dengan segala idealisme ku''

Jadiii, kalau menyerah, hanya lantaran kritik, alangkah naifnya!.

Adalah JANGAN pernah merasa takut untuk dikritik. Meski terasa (sangat) pedas
sekalipun! Apalagi, jika yang sobat jalani adalah sebuah kebenaran.
Walau memang menggenggam sebuah prinsip seperti memegang bara api..

mencoreng marwah dan jiwa almamater diri sendiri


akhir-akhir ini begitu banyak berita aksi-aksi tak terpuji ditunjukkan oleh mahasiswa.
melihat tingkah laku mahasiswa saat ini muncul prtanyaan dan kprihatinan.
Benarkah mahasiswa sekarang masih berada dalam jalur kemahasiswaannya atau bahkan terperosok dalam lubang hitam dan tindakan yang selalu diwarnai dengan keanarkisan?

Banyak nya kasus yg terjadi tawuran antar mahasiswa telah menunjukkan betapa tidak terpujinya aksi mahasiswa masa kini yang semakin melempem dan berbalik arah.
Tak heran, jika aksi-aksi mahasiswa saat ini memicu beragam reaksi sinis terhadap gerakan mahasiswa kekinian, semisal terjadinya disorientasi pada gerakan mahasiswa itu sendiri. Bukankah mahahasiwa menjadi bagian masyarakat mendapat golongan pendidikan tertinggi dan punya andil yang sangat luas. Namun sangat lucu rasanya ketika makna dari mahasiwa itu terinjak-injak akibat ulah tak senono dan tak terpuji yang tampak dari aksi negatif tersebut.


Sudah seharusnya Tawuran-tawuran yg sering kali trjd di lingkungan kampus saat ini harus Menjadi sorotan buat pihak kampus dan rektorat supaya lebih mempertajam pendetksian dini buat gerakan-gerakan mahasiswa yang dinilai "liar’ dan buas. Separahnya kejadian-kejadian yang terjadi wilayah kampus, masih tetap menjadi panduan dan arahan serta tanggung jawab pihak kampus. Jangan sampai muncul persepsi buruk bahwa kampus kekinian lebih condong untuk memproduksi SDM yang berjiwa premanisme daripada berjiwa berpendidikan dan berintelek tinggi. Sudah saatnya memformat gerakan mahasiswa menuju marwah dan tugas mulia yang lebih bermartabat.

Bagaimanapun ceritanya, apapun kondisinya tindakan premanisme ini tidaklah menunjukkan dan mewakili tindakan mahasiswa yang sebenarnya. Ini jelas telah mencoreng marwah dan jiwa almamater seorang mahasiswa yang seyogianya harus selalu dijaga dan dihormati bersama. Cerminan sebagai seorang intelek dan akademis tidak lagi nampak, malah semakin menciut dan semakin jauh.

Salam mahasiswa,,,

Kamis, 10 November 2011

Ketika Tuhan Menjemput

Kita mungkin terlalu sibuk,dengan segala rutinitas dunia yang tak kunjung ada habis & yang kita cari hanya uang & uang semata.Tanpa pernah kita sejenak saja,berenung tentang arti hidup kita didunia ini untuk apa & siapa ? kadang banyak yang bisa menjawab pertanyaan ini dengan mudah & lantang bagai ayam yang berkokok di pagi hari.

Tapi semua hanya tinggal kenangan semata,yang tidak bisa kita ulang pada saat Tuhan Ingin Menjemput kita semua dipenghujung jalan atau bahkan ditengah perjalanan hidup kita.Tak ada lagi gunannya penyesalan,arti mata,kegalauan,tawa & canda diwajah kita yang membeku bagai gumpalan salju di kutub utara.Tak akan ada tulisan yang menghiasi blog kita,tak akan ada lagi tweet,tak ada lagi update status di facebook yang ada hanya penyesalaan yang tidak ada gunanya untuk disesali karena semuanya sudah terlambat.Kadang kita hanya ingat kepada Tuhan,disaat kita jatuh & terpuruk saja tapi banyak dari kita termasuk saya sendiri yang melupakaan Tuhan disaat kita bahagia & senang.

Pernahkan anda semua berfikir,jika anda di Jemput Tuhan pada saatnya ?


1. Apa yang sudah anda lakukan selama hidup ini ?
2. Apa yang bisa,membuat kita pantas menjadi penghuni surga ?
3. Apakah ketika kita meninggal,akan meninggal secara Khusnul Khotimah ?


Mungkin kita semua,perlu lebih dekat ke Tuhan masing secara individu untuk lebih mengenal Sang Pecipta Alam Semesta.Bukan hanya disaat bulan suci ramadhan tiba atau lebaran haji datang,kita baru dekat kepada Tuhan selebih kita melupakannya.Karena lebih baik mengenal Tuhan sekarang dari pada nanti ketik meninggal kita baru mengenalnya.

Kesimpulan : Kematian itu sangat indah sekali & tidak perlu ditakuti bilang kita sudah berbuat yang terbaik selama hidup.Dan kesibukan didunia saat ini,hanya ilusi yang akan menghambat kita untuk lebih dekat mengenal arti hidup & Tuhan.

Rabu, 09 November 2011

Kamu Bukan Pengemis kawan, Merekalah Pengemis Itu

                                                            Anak-anak kecil di jalanan
di bawah gerimis hingga terik mentari
koran di tangan hingga giring-giring
tawarkan koran hingga suara.
Meski terbata-bata
______
tak peduli hujan hingga terik
Tak peduli sakit menyerang
tetap saja di tawarkan koran itu dengan isyarat 3 jari tangan
kepada orang-orang bermobil mewah
___________
Duh kawan,  malang nya nasibmu
di tengah tatapan sinis gedung-gedung pencakar langit.
kwan negerimu kaya,tambang di mana-mana
dari sabang sampai merauke
Ladang-ladang sawit beratus-ratus ribu hektar..
Lautmu luas kawan, apalagi,,,?
______________
kawan, hampir tak ada lagi yang iba melihatmu sekedar memberikan gopek atau membeli koranmu
mungkin sebagian mereka yang merampok kekayaan negeri kita Nak.
anehnya sebagian mereka masih menikmati BBM bersubsidi itu
itu hakmu kawan
______ _______
kawan tataplah gedung dewan sana
mereka yang duduk manis di kursi empuk di gedung sana,
di kamar Ac yang begitu sejuk mereka lupa kawan
setiap 5 tahun mereka datang mengemis suara ayah dengan janji-janji palsunya.
____
Lihatlah muka memelas di baliho-baliho sana.
Kamu lihatkan wajah-wajah mereka melebihi kamu kawan
Merekalah pengemis sesungguhnya,
Sedangkan engkau kawan hanya meminta hakmu
melalui gopek-gopek yang enggan mereka keluarkan.

Medan,24 Oktober 2011

Yang Memandang Padaku


final fantasy 300x218 Yang Memandang PadakuSeperti bisikkan malam dikala gelap mulai merayap
Terdengar lirih diantara pekat
Menampilkan bayang-bayang yang ingin kutepis
Ada sepasang mata yang menatapku dengan teduh
Seolah tak ingin terlihat
Bersembunyi diatara dedaunan yang nampak berisik
Tergesek lengan yang menepis untuk sekedar mengawasiku
Kulihat sepasang mata menatapku dengan pandangan hangat
Seandainya saja tak ada tatapan dari sepasang mata itu
Hati ini terasa sunyi, sepi, sendirian, kesepian
Namun tatapan mata itu membuatku merasa
Bahwa selalu ada cinta untukku
Tak akan pernah kubiarkan tatapn itu menjauh dariku
Tak kan kubiarkan hariku berlalu tanpa menatapmu
Sekalipun menatap dari jarak yang tak dekat
Karena kau kekasihku pemilik tatapan mata itu
Dan ketika aku sedang sendiri
Kuyakin
Ada mata yang selalu memandang padaku
Yaitu kau
Kekasihku.

Medan,21 oktober 2011
Suryono.Briando Siringo

Selasa, 08 November 2011

Kejenuhan melanda diri


Dan kejenuhan mulai mlanda diri ini.
Kebosanan akan rutinitas kuliah yang kian hari kian menghantui.
Langkahku seakan tertatih. Terserak tak berirama.
Suara-suara yang berisi tuntutan kian menggema semakin kencang di tiap hembusan nafas.
Memekakkan telinga.
“Kapan udah lulus belom?”
“Skripsi nyampe mana?”
“Si A udah kerja lho.”
“Si B besok November wisuda.”
“Kamu kapan?”
Ah! Bosan sekali rasanya menelan kenyataan pahit yang ada.
Terkadang, aku ingin berlari, bersembunyi di balik bukit yang menjulang tinggi.
Bersembunyi dari semua kewajiban itu.
Hilang entah kemana.Yang jauh.
Hah. Tapi itu bukan aku.
Yang dengan mudahnya berlari dari tanggungjawab.
Bukan aku yang lari dari semua kenyataan yang sebenarnya itu manis.
Tersentak.
Terkejut.
Aku terbangun dari mimpi burukku.
Afirmasi positif ku gemakan dalam diri setiap aku merasakan kejenuhan.
“ ini bukan akhir dari segalanya.”
“Semakin aku menjauhinya, mengacuhkannya, semakin tertinggal jauh aku dari masa depan.”
inget orangtua, bapak ibu yang udah susah payah membiayai kuliah kamu hingga sekarang.”
“Hei,surya ayok bangkit Bapak ibuk menunggu kamu untuk melihat kamu memakai toga.”
''AYO SEMANGAT SURYA''

Maunya Serba Instan

instan? Ada apa dengan si instan? Untuk mendapatkan sesuatu, kita sering berkawan akrab dengan dia. Ya, seringkali kita ingin mendapatkan segala sesuatu serba instan.


Mau makan, makan mie instan. Minum, minum Okky Jelly Drink, instan. Mau Ujian, belajar hanya di malam mau ujian/ SKS (Sistem Kebut Semalam), instan. Pas hari ujian, nyontek, instan. Pengen dapat kerjaan, nyogok, instan. Banyaklah pokoknya contohnya.

Terus dari hal- hal instan tersebut apa yang kita peroleh? Memang kebanyakan akan memberikan keuntungan sesaat. Makan mie instan misalnya, rasanya enak, terasa sedap di lidah. Selera terpuaskan. Tapi...? Siap-siaplah untuk mati secara instan. he he. Soalnya bumbu-bumbunya itu kurang bagus untuk tubuh kita, betul gak itu? Bagi yang suka makan indomie jangan marah ya... Itu ceritaku, apa ceritamu? :)
Begitu juga dengan hal-hal instan lainnya, tentu tak jauh beda dan alasannya akan bermacam-macam.
Sebenarnya, hal di atas hanyalah sekedar perenungan. Yang mau saya katakan sebenarnya adalah terkait dengan keinginan kita untuk mendapatkan ataupun menguasai sesuatu. Ingin pintar Matematika, Fisika, Bahasa Inggris, dan sebagainya. Ingin mahir komputer, mahir main bola, dan lain-lain. Seringkali kita ingin mendapatkan segala sesuatu yang kita inginkan secara instan. Mau cepat aja bawaannya. Mau pintar matematika bahasa inggris, tapi malas belajar. Baca buku satu lembar udah ngantuk dan tidur 4 jam. Mau mahir komputer, baru 10 menit belajar windows atau linux, atau bahasa pemrograman, udah maen game. Jadi kapan mau pandainya?
Padahal untuk menguasai sesuatu dibutuhkan kesabaran dan keuletan. Tak akan mungkin kita bisa mendapatkan sesuatu hanya dengan cara melihat sekilas, lantas kemudian ingin segera mendapatkannya. Wah... mustahil itu. Semua hanya bisa di dapat dengan usaha keras, berjuang keras dan cerdas... dan mulai sekarang say no to instant.... do you?

Senin, 07 November 2011

Anak Haram?

baby sleep Anak Haram?
Sejujurnya sebutan anak haram adalah sebutan yang tak pantas dan sangat tidak manusiawi.
Karena tak ada satupun anak yang minta untuk dilahirkan, tak ada satupun anak yang bisa memilih siapa orang tuanya atau bagaimana mereka dilahirkan. Semua Tuhanlah yang menentukan.
Seandainya anak bisa memilih, maka tentu mereka pasti memilih dilahirkan dalam keluarga yang harmonis, keluarga yang bisa memenuhi kebutuhan lahir dan batin, lahir dari pernikahan yang sah dan semua kebaikan-kebaikan lainnya, atau mereka pasti memilih tak akan pernah dilahirkan bila mendapat keluarga yang sebaliknya. Tetapi hal ini bukanlah hak mereka, Tuhanlah yang menentukan.
Jadi pantaskah, anak yang lahir di luar pernikahan atau lahir karena hubungan terlarang disebut anak haram..?? siapakah sebenarnya yang haram, anaknya kah atau perbuatan orang tuanya kah ??
Bukan hanya sebutan anak haram saja yang menyakitkan mereka, bahkan perlakuan “orang tua biologis” merekapun tak kalah menyakitkan, tak sedikit dari anak-anak tersebut yang digugurkan bahkan dibuang saat dilahirkan. Padahal apa salah mereka….???
Mulai sekarang, jangan lagi menghukum mereka yang tak bersalah, jangan lagi memanggil anak haram bagi mereka yang lahir di luar nikah atau karena hubungan terlarang. Jangan lagi bersikap seperti orang tanpa dosa, sebab kitapun adalah orang-orang yang patut dikasihani Tuhan, sebab kalau tidak, tentunya kita semua binasa dalam hukuman kekal, karena sebaik-baiknya kita, dosa kita jauh lebih besar.
Pikirkan itu….

Medan,27 oktober 2011
Suryono.Briando.Siringo

hanya dalam mimpi,


Cahaya terang telah menghilang Yang kulihat hanya bintang
Di malam hari yang begitu sepi
Yang ku tunggu ,hanyalah mimpi

Aku pernah menjadi bintang di langit,
yang berkedip di langit yg penuh cahaya,
Walau hanya dalam mimpi

aku benar-benar menikmatinya,


Walau hanya dalam mimpi,
aku tak ingin terbangun lagi,
karena ketika kubuka mata,

kujumpai lagi dunia penuh kemunafikan.

AKU BUKANLAH SIAPA SIAPA

Selembar papan ditangan, seratus tiga tombol dan satu klik
Siap mengantarkan aku kemana saja
Ke “rumah-rumah” kalian diseberang sana
Aneh, meski tak terlihat tapi rasanya dekat
Tak percaya, meski maya tapi terasa nyata
Karna dengan tiba-tiba sapa kalian mengudara
“Pagiiii, apa khabar?”
“Kamu baik-baik sajakan?”
bla…bla…bla…bla….

Image hosted by Photobucket.comSelembar papan ditangan, seratus tiga tombol dan satu klik
Menyadarkan aku bahwa ternyata aku bukanlah siapa-siapa
Ketika kumasuki rumah kalian, aku begitu takjub akan keindahan didalamnya,
Ada banyak cinta, begitu banyak warna dalam kehidupan kalian, tapi rasanya tidak denganku
Tak ada yang bisa kubanggakan apalagi kupamerkan
Tak ada kebahagiaan seperti yang kalian tunjukkan
Tak ada keindahan seperti yang kalian lukiskan
Selembar papan ditangan, seratus tiga tombol dan satu klik
Semakin menyadarkan aku bahwa aku bukan apa-apa
AKU BUKANLAH SIAPA-SIAPA