Sabtu, 19 November 2011

Ada yang aneh dengan musik indonesia

Ada yang aneh dengan musik Indonesia, begitu paling tidak yang saya rasakan. Terutama menyangkut beberapa penyanyi single yang diorbitkan oleh industri musik. Kualitas suara dan teknik menyanyi mereka sebenarnya tak seberapa, dan banyak yang mungkin berpotensi lebih bagus dari mereka. Akan tetapi karena suatu hal, mereka yang yang lebih populer dan dikenal luas oleh masyarakat.
Entah masyarakat pencinta musik Indonesia menyadarinya atau tidak, tapi yang jelas saya sering melihat beberapa orang begitu tergila-gila dengan suatu penyanyi dan menyanjung kualitas suaranya, padahal nyata-nyata bagi saya sang penyanyi hanya melakukan lyp sinc (dibaca : lip sing) ketika bernyanyi, yakni hanya berpura-pura bernyanyi dengan menyesuaikan gerakan bibir dengan lagu yang dibawakan, sementara suara yang terdengar oleh para penonton sebenarnya berasal dari rekaman.
Lyp sinc sebenarnya bukanlah hal yang baru dan pernah dilakukan penyanyi top dunia. Lyp sinc terkadang memang suatu yang sulit untuk dihindari dan memang membantu di dalam industri musik dewasa ini. Berbagai alasan untuk melakukan lyp sinc diantaranya adalah kondisi penyanyi yang tidak fit atau sakit, dan suatu pertunjukan yang harus menampilkan aksi-aksi panggung tertentu sehingga tidak memungkinkan menghasilkan kualitas vokal yang baik secara bersamaan. Penampilan lyp sinc juga terkadang suatu hal yang diharuskan oleh pihak televisi terutama dalam acara-acara yang menampilkan berbagai pertunjukan yang singkat karena memerlukan waktu yang lebih sedikit untuk rehearsal dan memudahkan dalam process sound-mixing  (sumber : Wikipedia).
Yang jadi permasalahan adalah bukan masalah lyp sinc nya, tetapi yang menjadi perhatian saya adalah ketika seorang penyanyi yang lebih sering melakukan lyp sinc itu memiliki kualitas vokal yang tak begitu baik, yang tampak jelas ketika kita mendengarkan ia bernyanyi langsung apa adanya. Perbedaan antara suara hasil rekayasa studio rekaman dengan yang aslinya menjadi sangat kentara. Berbeda dari yang sering terdengar di tv maupun dari cd aslinya, kali ini suara sang penyanyi tak beda jauh dengan penyanyi kafe bahkan terkadang lebih jelek.
Saya bukanlah seorang professional yang tahu betul seluk beluk dunia musik dan berhak untuk men judge orang-orang yang lebih professional dalam bidang ini. Saya juga sadar bahwa industri musik adalah sebuah bisnis, yang pada akhirnya tak bisa terlepas dengan nilai jual dan keuntungan yang didapat. Dalam hal ini saya hanya menyampaikan unek-unek sebagai orang awam yang merasakan sesuatu kejanggalan. Ini semua pada dasarnya hanyalah sebuah keinginan agar para penikmat musik di tanah air disuguhi dengan sesuatu yang lebih berkualitas, dan juga supaya yang muncul ke permukaan adalah orang-orang yang benar-benar memiliki kualitas yang layak sebagai penyanyi, tidak hanya bermodal kan tampang ataupun sensasi yang dimunculkan. Karena saya iri dengan negara-negara lain di belahan dunia lain dimana yang lebih muncul ke permukaan adalah penyanyi-penyanyi dengan bakat dan kemampuan menyanyi yang memang hebat walau secara tampilan fisik tak terlalu bagus.
Masyarakat pencinta musik Indonesia barangkali juga ikut bertanggung jawab terhadap hal ini karena jika mereka mampu untuk memilah mana penyanyi yang baik dan mana yang tidak baik tentu hanya penyanyi-penyanyi dengan kualitas baguslah yang tetap bertahan sementara yang kurang bagus akan gugur dengan sendirinya. Dan diharapkan semua yang terlibat di industri musik tanah air juga lebih mempertimbangkan kualitas, tidak hanya berdasarkan nilai keuntungan yang diperoleh dan nilai jual ke masyarakat semata.
Perlu untuk digaris bawahi, penyanyi-penyanyi yang saya kritisi di dalam tulisan ini, walau tanpa menyebut namanya, tidaklah menyangkut keseluruhan penyanyi di Indonesia. Karena pada kenyataannya, terdapat juga banyak penyanyi-penyanyi kita yang nyata-nyata memang memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing di dunia internasional. Dan itulah yang saya harapkan, agar semua yang disebut penyanyi memang menjadi seorang penyanyi professional lebih dikarenakan kemampuan yang dimilikinya.
Dan saya juga tak mengelakkan fakta bahwa orang-orang yang berada di industri musik tanah air saat ini juga telah berjasa untuk membawa musik Indonesia kembali menjadi tuan di negerinya sendiri. Dan semoga dengan kebangkitan industri musik tanah air saat ini, akan tetap memperhatikan dan terus mendorong perbaikan kualitas industri musik di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar