Minggu, 27 November 2011

Sebuah Mimpi


Bila ini mimpi
Bangunkan aku segera dari tidur lelapku ini
Aku terlalu takut
Terlalu takut menjalani dan melihat semua ini
Aku terlalu takut
Terlalu takut menerima semua ini
Tapi apa sangka bila semua ini realita
Aku tak mampu bergantung lagi
Aku tak mampu bergantung lagi pada sisi kuatku yang kini hanya tinggal
rangka dan puing-puing
Semua itu hancur, hilang tak berbekas
Menjadi kepingan-kepingan yang tak mampu terbentuk lagi
Tak mampu tersenyum apalagi tertawa
Hanya menjadi bentuk abstrak yang tak mampu kembali dibentuk
Semu dan tak mampu disentuh lagi
Memandang semua itu kini berdasarkan pada sisi lemahku yang masih utuh
Sisi lemah yang selalu menutupi realita dan kenyataanku
Gerimis di bulan Juli ini mengakhiri semua mimpi palsuku
Berharap pada suatu esok senyumnya masih membekas dalam kelamnya hariku
Dan menghapus semua sandaranku pada sisi lemahku
Dan ternyata aku keliru
Kini aku menggantungkan semua itu disini, ditempat ini
Tak akan pernah menjawab ataupun membalas bisikan yang terngiang di telingaku
Tak akan pernah membaca ataupun mengartikan tatapan teduh mata itu
Semuanya berakhir
Berakhir disudut jalan yang gelap itu
Langkahku terhenti sampai disitu
Dan takkan pernah kuteruskan lagi
Karena aku terlalu takut menerima semua ini menjadi realita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar