Kamis, 06 September 2012

Nila Setetes yang Merusak Susu se-Nusantara


                             Suryono Brandoi Siringo-ringo
SERINGKALI kita membaca dan melihat pemberitaan televisi tentang konflik-konflik yang berbau SARA. Sangat prihatin jika, dua orang saling bentrok gara-gara perbedaan paham, kemudian menyebar antar kelompok, desa, hingga membesar dalam wujud Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).
Kelompok ormas yang mengotak-ngotakkan diri dan menentang kelompok lain yang berbeda pandangan, baik wujud segitiga, segi enam, trapesium, jajaran genjang atau lingkaran.

Tindakan anarkis berujung dengan kekerasan, aksi sweeping berakhir dengan bentrokan itu acapkali yang terlihat. Siapa yang kuat itu yang menang. Tak ubahnya dengan hukum rimba.

Padahal manusia tercipta menganut hukum alam, siapa yang beradaptasi itu yang bertahan.
Perbedaan adalah jawaban mengapa gesekan itu terjadi? Konsep evolusi yang kadang disalaharti dan terjemahkan. Sekarang bukan lagi saatnya siapa yang kuat itu yang menang, tetapi siapa yang bisa beradaptasi itu yang akan bertahan.

Konsep adaptasi, juga disalahartikan, dengan kompetisi dan antagonisme. Mengapa manusia eksis sampai saat ini? Karena ada sinergis yakni memaknai homo homini socius, semua manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Konsep evolusi survival of the fittest seharusnya diterjemahkan dengan saling bersinergis satu dengan yang lain layaknya makhluk sosial agar semua bisa bertahan hidup.

Kita Satu Nenek Moyang
Percayakah kita dari satu nenek moyang yang sama? Percayakah kita berasal dari budaya yang sama? Percayakah kita adalah sekumpulan keluarga besar yang terpecar-pencar?

Sebuah pertanyaan klasik yang dengan acapkali mudah kita jawab, namun tak mudah bagaimana menyikapinya. Jika melihat filsafat Theologis, ada yang meyakini bahwa Adam dan Hawa adalah manusia pertama yang ditulis dalam kitab suci, dan kemudian beranakpinak. Maka jika hal tersebut diimani, terjawab sudah jika kita dari satu nenek moyang.

Sangat kompleks sekali dan rumit jika menulusuri sejarah masa silam.  Indonesia jika ditengok ke belakang dengan alur flash back, namun setidaknya kita yang menghuni bumi nusantara adalah satu nenek moyang. Pertanyaan sekarang adalah, mengapa ada perbedaan? Yang acapkali menimbulkan gesekan, padahal satu nenek moyang dan satu keturuan yang bisa diasumsikan semua adalah saudara.

Jika masih percaya, mengimani dan mengaku kita dari satu nenek moyang, maka asumsi kita berasal dari satu budaya. Pola persebaran dan distribusi manusia kepelosok penjuru dunia ribuan bahkan jutaan yang lalu dan oleh sebab bencana alam, banjir, gempa, pergeseran benua memisahkan satu dengan yang lainnya.

Perpisahan secara geografis otomatis sebagai manusia yang tercipta untuk bisa beradaptasi akan segera membentuk budayanya sendiri-sendiri sebagai terjemahan kondisi lingkungan waktu itu. Saudara kita yang dikutub sana, tak akan sama dengan saudara kita yang di gurun pasir, begitu juga kita yang ada di katulistiwa tak mungkin sama dengan yang disub tropis.

Begitu halnya dengan nusantara dari Sabang hingga Merauke, Alor sampai Talaud sebuah bentang alam dengan ribuan gugusan pulau besar dan kecil yang masing-masing adalah warna-warni budaya. Dengan mudah mata kita menyebutkan; dari wajah Anda pasti dari Irian, dari logat kamu pasti dari Jawa, dari suara khas kamu pasti dari batak, dari warna kulit kamu pasti dari Manado? Sangat mudah bukan mengidentifikasi suara, bahasa, logat bahkan hingga warna kulit.

Fanatisme Ciptakan Primodialisme
Perbedaan budaya, karena adaptasi lingkungan geografis acapkali menimbulkan konflik horisontal. Semakin banyaknya populasi manusia, dan perkawinan silang menciptakan variasi-variasi yang diekspresikan dalam tubuh manusia. Perbedaan warna kulit, bentuk wajah, rambut, mata, tinggi badan yang secara fisik adalah salah satu bentuk variasai gen. Sedangkan kebudayaan sebagai bentuk adapatasi terhadap lingkungan. Perbedaan-perbedaan yang sejak awal inilah yang acapkali menjadi ganjalan konflik yang berbau SARA.

Rasa memiliki yang cenderung fanatisme akan menciptakan kondisi primodialisme dan menjadi sensitif disaat ada gesekan dan pergolakan. Sangat mengerikan jika budaya tersebut yang sudah mendarah daging itu terciderai oleh sebuah konflik, tak jarang darah tertumpah dan nyawa melayang. Efek domino juga akan timbul dan menggesek dan mengerakan budaya tempat lain, yang acapkali konflik akan semakin membesar.

Jika diamati, kapan kita rukun? Kapan kita akan hidup dalam keadaan nyaman tenteram jika selalu ada saja tetes-tetes konflik kecil yang membesar menjadi guyuran hujan pertikaian? Jawabannya saat Tuhan mengingatkan. Berapa kali Tuhan mengingatkan lewat tragedi, bencana alam, dan saya yakin semua turun tangan layaknya homo homini socius. Saat semua sudah dalam keadaan homeostatis kembali muncul gesekan yang seharusnya tidak perlu. Dalam warna yang sudah samar, tak ada lagi perbedaan warna, maka dicari-cari gelap terang, benar-salah, baik buruk untuk memunculkan konflik baru. Mengapa demikian, hukum rimbalah yang muncul selanjutnya.

Perbedaan Jangan Lagi Pembeda
Perbedaan kita hanyalah masalah bentang alam dari lebatnya hutan dan luasnya lautan, namun tetap dalam satu ikatan satu nenek moyang. Pancasila telah mempersatukan kita dalam perbedaan warna, untuk saling mengerti dan memahami perbedaan di antara kita.

Sudah selayaknya jalinan dan untaian cinta tanah air bisa kita terjemahkan dalam wujud saling menghormati dan menghargai satu dengan yang lain. Mampu mengendalikan diri dari setiap gesekan, melihat perbedaan secara bijaksana dan meredam emosi yang ada. Sadar kita dari satu nenek moyang yang artinya satu saudara dengan materi genetik yang identik.

Sehingga perbedaan kini bukan lagi pembeda, tetapi inventaris keanekaragaman yang tinggi dan harta kekayaan yang tak ternilai. Bangga menjadi Indonesia, dari nenek moyang yang sama dengan beragam budaya yang berbeda, artinya peradaban kita jauh lebih bervariatif dan penuh warna.

Tidak ada lagi perbedaan, perbedaan hanyalah masalah sudut pandang karena mereka harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Berikan senyum untuk Indonesai, dan tunjukan perbedaan adalah perekat yang kuat untuk persatuan Indonesia, dan biarkan pelangi nusantara terus memberikan warna-warna indah.

Karena Kita sebagai bangsa timur yang konon dikenal ramah tamah, jangan sampai dinodai oleh keberingasan dan jiwa bar-bar seolah menjadi nila setetes yang merusak susu se nusantara.

Penulis adalah  mahasiswa Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Katolik Santo Thomas Medan.


di publikasikan di koran harian Medanbisnis
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2012/09/05/113689/nila_setetes_yang_merusak_susu_se-nusantara/#.UEhT39keriR

Senin, 03 September 2012

Almamaterku Unika st Thomas Sumatera Utara

1346251245126089993

                                                            Logo Unika st Thomas SU

Ini bukan hanya sebuah gambar tanpa arti,, bagiku ini adalah sebuah logo kebanggaanku. karena disinilah aku mendapat banyak ilmu, teman dan Dosen yang membimbingku menjadi lebih dewasa. disinilah awal kreatifitasku bersama teman-temanku. bangga aku dengan gambar ini karena Lambang-lambang yang ada dalam gambar ini memiliki arti yang sangat mulia.
Adapun lambang terdiri dari:
1. Perisai bersegi lima melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara RI.
2. Mahkota berbentuk salib melambangkan ciri lulusan yang bermoral ke-Katolikan.
3. Lilin bernyala melambangkan ciri lulusan yang berpengetahuan tinggi.
4. Telapak tangan terbuka melambangkan cirri lulusan yang berketrampilan kerja.
5. Padi dan Kapas yang mengapit buku melambangkan peningkatan masyarakat berdasarkan kajian ilmu pengetahuan.
6. Warna dasar kuning memberi arti bahwa Unika Santo Thomas adalah bahagian dari tugas pengabdian Keuskupan Agung Medan di tengah-tengah Masyarakat.




13462515311710633384
Kampus Unika st Thomas SU (Unika st Thomas SU)



Sekilas tentang Logo Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara yang beralamat di Jl. Setia Budi no 479F Medan-Sumatera Utara. Unika st Thomas SU Berdiri pada tahun 1984 yang di pimpin oleh Rektor pertama: P.Dr.G.H. Snijders,OFMCap, untuk periode 1984-1988.

VISI : Unika st Thomas merupakan komunitas akademik sebagai pusat kreatifitas intelektual dan pusat penyebaran dan pengetahuan ilmu,teknologi dan profesi dalam terang nilai-nilai Kristiani untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
MISI : Menyelenggarakan pendidikan guna menghasilkan sumber daya manusia yang unggul,jujur,memiliki integritas dan moral Kristiani dengan melakukan penelitian dan pengembangan pengetahuan,teknologi dan seni yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan masyarakat serta mengabdikannya untuk kepentingan masyarakat,bangsa dan Negara.

Untuk teman-temanku mahasiswa Unika st Thomas SU, untuk para alumni, mari berikan sesuatu kepada almamater ini. kita tularkan virus-virus semangat kita, agar adik-adik kita dapat lebih sukses. agar logo ini hadir di setiap event. Tetap senantiasa menjadi Universitas yang menghasilkan alumni berkualitas yang akan meneruskan cita-cita bangsa ini. Buktikan kebanggaan dan kecintaan kita akan alamamater Unika st Thomas Sumatera Utara.

Kampusku rumahku.
Kampusku negeriku.
Kampusku kebebasanku.
Kampusku wahana kami.

Masih Bingung Milih PTS.? ke Unika st Thomas Sumatera Utara saja.

Berbicara tentang pendidikan, tentunya kita sebagai manusia yang hidup di masyarakat menyadari arti penting dari pendidikan. Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia. Tentu dari pernyataan tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sebagai manusia.
1344363901853602925
Kantor Rektorat Unika st Thomas SU (Dok.Unika)

Pendidikan dapat membedakan manusia dari segi kedudukannya di masyarakat. Orang yang berpendidikan tinggi akan jauh lebih dihargai orang lain dalam masyarakat. Dari segi tingkat atau kedudukan dalam pekerjaan, pendidikan juga sangat berpengaruh. Apalagi kalau sudah menyangkut pada jabatan, tentu orang yang berpendidikan tinggi dapat diposisikan pada kedudukan yang lebih tinggi pula. Sebaliknya, orang yang berpendidikan lebih rendah akan diposisikan pada kedudukan atau jabatan yang lebih rendah pula dalam pekerjaannya. Karena setiap bidang pekerjaan disesuaikan dengan kemampuan seseorang, agar bisa melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Hal tersebut juga akan menentukan pendapatan dari setiap pekerjaannya.
13443639831120053513
Gedung Perpustakaan dan kantor UKM-UKM (Dok.Unika)

Perguruan Tinggi sebagai tempat menimba ilmu semakin tahun semakin bertambah peminatnya. Maka tidak heran setiap awal tahun ajaran baru, Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) diserbu ribuan peminat untuk mendaftar menjadi mahasiswa. Hal ini didasari karena Para orang tua semakin menyadari pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Tidak jarang para orang tua mengurangi anggaran kebutuhannya sendiri untuk membiayai pendidikan putra putrinya. Kebutuhan sekunder dan primer mereka kesampingkan asal anak dapat meneruskan pendidikan.
1344364062191309423
Kampus 2 di jln mataram no 21 medan yang sedang dalam tahap akhir pembangunan (DOk.Unika)

Hal ini tak terkecuali pada keluarga menengah ke bawah. Ada semacam pepatah kuno yang mereka pakai: “Tak ada kayu jenjang dikeping”. Artinya, apapun akan diusahakan asal anak bisa bersekolah. Kadang-kadang berhutang ke sana kemari, menjual atau menggadai harta benda. Uniknya, untuk keperluan anak sekolah sangatlah mudah untuk meminjam uang atau benda. Mengapa? Orang yang dijadikan tempat berhutang juga maklum akan pentingnya pendidikan.
1344364224584173186
Ruang Laboratorium Komputer (Dok.Unika)

Namun Dalam menimba ilmu, masyarakat juga memperhatikan aspek kualitas, biaya dan fasilitas yang dimiliki oleh sebuah perguruan tinggi. Maka tidak heran, PTN sebagai perpanjangan tangan pemerintah untuk menunaikan layanan pendidikan disupport oleh APBN, sehingga biaya pendidikan murah serta fasilitas yang lengkap. Anggapan bahwa biaya kuliah di PTN jauh lebih murah dibandingkan dengan masuk ke PTS, tak selamanya anggapan itu benar adanya. Pada kenyataannya, diluar sana ada beberapa Perguruan Tinggi Swasta yang biayanya jauh lebih murah dibandingkan dengan Perguruan Tinggi Negeri dan jika dibandingkan dengan PTN, fasilitas yang diberikan oleh PTS tersebut tidak jauh beda dengan fasilitas yang diberikan di PTN.
13443642871657567059
Beberapa Mahasiswa F.Pertanian Unika St Thomas SU sedang praktek di Laboratorium (Dok.Unika)

Tetapi mengingat kursi persaingan untuk masuk PTN sangat ketat, mau tidak mau harus ada yang tereliminasi. Ketika harapan kuliah di PTN pupus, apakah ini pertanda bahwa harapan menikmati pendidikan tinggi akan pupus? Tentu tidak. Jangan cepat mengurungkan niat untuk tidak kuliah. Belajar bisa di mana saja, tidak peduli waktu dan tempatnya. Kalau tidak lulus di perguruan tinggi negeri bisa masuk ke perguruan tinggi swasta. Karena pada dasarnya perguruan tinggi manapun memiliki tingkat kualitas dan kuantitas mahasiswanya. Banyak tempat untuk kuliah, dimana pun itu kalau memang serius pasti akan memperoleh hasil yang maksimal.
1344364370429877037
Gedung Asrama Putri (Dok.Unika)

Dimanapun kita kuliah, PTN dan PTS pada prinsipnya sama. Masa depan bukan kampus yang membentuk. Kitalah yang membentuk masa depan kita. Kampus hanya fasilitator dalam menempa mahasiswa. Tak ada yang buruk dari suatu lembaga pendidikan entah itu PTN maupun PTS. Semuanya sama-sama menawarkan beberapa program yang sangat bagus dan sama-sama bertujuan untuk mencetak para sarjana yang berkompeten di dunia usaha nantinya. Semuanya kembali pada diri masing-masing.
1344364446902825879
Ruang Perpustakaan (Dok.Unika)

Tentu menjadi pertanyaan bagi setiap siswa alumni SMU dan SMK adalah: PTS mana yang akan dipilih? Bagaimana memilih PTS yang bagus untuk menikmati kuliah di PTS dengan iklim akademik yang hidup. Pertanyaan ini tentu wajar bagi yang mau memilih PTS. Supaya kedepan jangan salah dalam memilih jurusan yang disediakan di berbagai PTS. Ketika keinginan untuk menjadi mahasiswa sudah merupakan pilihan, hendaknya pilihan ini adalah sebuah pilihan yang bertanggung jawab dan punya prospek yang cerah dalam menempa seseorang di bangku perkuliahan.
13443645251846548398
Kapel tempat pembinaan Iman (Dok.Unika)

Bagi siswa-siswi alumni SMU dan SMK yang masih bingung memilih PTS. Saya akan memaparkan sedikit banyaknya tentang salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang diakui dan salah satu Perguruan Tinggi swasta terbaik di sumatera utara. Perguruan Tinggi Swasta yang saya maksud adalah Universitas Katolik Santo Thomas Medan yang beralamat di jalan Setia Budi 479 F Tanjung Sari Medan dengan Telp. (061) 8210161 dan e-mail: info@ust.ac.id serta website: www.ust.ac.id .
1344364702301948734
Atraksi para mahasiswa yang bergabung di UKM kung-fu(DOK.unika)

Universitas Katolik Santo Thomas medan ini sudah memiliki gedung sendiri dan permanen. Membuka 8 fakultas dengan program studi untuk S1 dan D3 yang terakreditas. adapun ke 8 fakultas tersebut yaitu: fakultas ekonomi,fakultas sastra,fakultas,fakultas teknik,fakultas pertanian,fakultas hukum,fakultas ilmu computer,fakultas keguruan dan ilmu pendidikan dan fakultas filsafat. Dalam proses pembelajaran diasuh oleh tenaga pengajar terampil dan Berpendidikan S2 dan S3 lulusan dalam dan luar negeri.
1344364835616245282
Mahasiswa yang bergabung di UKM Gempita (Dok.Unika)

Untuk mempermudah para mahasiswanya untuk mengakses informasi dan mengembangkan bakat yang dimilikinya. Universitas katolik santo Thomas medan menyediakan Beberapa fasilitas seperti Wifi, gedung olah raga, Laboratorium yang lengkap, Perpustakaan yang menyediakan buku-buku yang memadai, Asrama Putri,Ruang kuliah Full AC dan Pembinaan Iman Serta Universitas katolik santo Thomas medan menyediakan unit kegiatan mahasiswa sebagai wadah untuk menyalurkan minat dan bakat yaitu: UKM Tae Kwondo, Karate, Gempita, Musik, Merpati Putih,Kung-Fu,Teater Bongkar,Bantuan Hukum,Bola kaki,Bola Volly,Capoera,Paduan suara, Diskusi dan Pers.
13443649061564872780
Gedung Fakultas Ekonomi (Dok.Unika)

Tersedia juga Beasiswa dari berbagai sponsor: Yayasan santo Thomas, Supersemar,van Deventer, Miserior APTIK, Toyota Astra, BBM, PPE, BKM, PTPN, PPA, Bantuan Insidentil bagi Mahasiswa ekonomi lemah. Unversitas santo Thomas medan juga bekerjasama dengan: 1. Assosiasi Perguruan Tinggi Katolik Indonesia (APTIK). 2. Assosiasi Universitas Katolik santo Thomas Aquinas se-Asia (ASEACCU). 3. Assosiasi Perguruan Tinggi katolik santo Thomas se-dunia (CUSTA).
1344364969805269544
Reuni Alumni Unika st Thomas SU yang berdomisili di Belanda (Dok.Charles Simarmata)


Untuk Informasi pendaftaran sudah dimulai sejak 1 juni 2012 s/d 30 september 2012,pukul 08.00 s/d 18.00 wib (jam kerja). Untuk info lebih lanjut silakan datang ke Universitas Katolik santo Thomas Sumatera Utara yang beralamat di jalan Setia Budi 479 F Tanjung Sari Medan atau bisa lewat website: www.ust.ac.id Medan-Sumatera Utara.

Suasana Kampus Unika St Thomas Sumatera Utara yang Asri, Sejuk, dan Hijau

13452842491452813480
Lapangan Reformasi(Unika st thomas SU)

Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara atau biasa disingkat Unika st Thomas SU adalah salah satu perguruan tinggi swasta yang merealisasikan pentingnya pepohonan rimbun disekitar kampus, ya bisa dikatakan Unika st Thomas SU adalah salah satu Green Campus. Mulai masuk gerbang kampus, kita sudah disambut oleh pepohonan-pepohonan disekitar kampus. Kebetulan saya Mahasiswa di Unika st Thomas SU, tentunya setiap harinya saya merasakan suasana yang sejuk di kampus ini.

1345289674652314774
Kampus Unika dipotret dari lantai 3 gedung Perpustakaan (Unika St Thomas SU)

Suhu udara di Kampus Unika st Thomas SU sangat jauh berbeda dengan suhu udara di Kota Medan pada umumnya. Setiap orang yang pernah berkunjung atau pun menetap di kota Medan,pastinya setuju dengan pendapat saya kalau kota medan identik dengan cuacanya yang panas. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengkategorikan suhu udara normal di Medan dan sekitarnya adalah ketika suhu berada pada kisaran 24-33 derajat celcius. Namum beberapa bulan terakhir suhu udara di kota medan mengalami kenaikan. Hampir seluruh warga Kota Medan mengeluhkan panas dan teriknya matahari pada siang hari.  Pukul 09.00 pagi saja, panas dan gerah sudah terasa. Hasil pantauan BMKG pada bulan juli mencatat suhu ekstrem tengah terjadi di kota Medan dimana cuacanya mencapai 36-37 derajat celcius”.

1345284472958889944
Gerbang Kampus(Doc.Pribadi)

Ntah faktor-faktor apa yang menyebabkan kenaikan suhu udara di kota Medan belakangan ini namun dengan kondisi panas ini,berbagai penyakit akan timbul karena cuaca panas ini dan Daya tahan tubuh juga akan menurun. Wah, saya terlalu banyak basa-basi nih, hehhe . kembali ke judul, Dengan suasana kampus Unika st thomas SU yang asri dan indah serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang tentunya akan membantu menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan.

13452884131096353422
Sejumlah Mahasiswa-Mahasiswa sedang Internetan,Belajar dan Berdiskusi Di bawah Pohon (Tribun Medan)


Tidak seperti kampus lain di kota Medan,Kampus Unika st Thomas SU menyapa siapapun yang datang dengan warna-warni bunga-bunga dan beragam pepohonannya. Disaat memasuki pelataran kampus Unika st Thomas SU akan disuguhi pemandangan yang serba hijau, dimana aneka pepohonan tumbuh menjulang diberbagai tempat disertai taman bunga disekelilingnya. Tanaman khas Medan menjadi welcome drink bagi para tamu yang pertama kali menginjakan kaki di kampus Unika st Thomas SU. Tak ketinggalan dengan pepohonan yang daunnya lebat menjadi kanopi dari terpaan sinar matahari, sehingga membuat nyaman bagi yang berteduh dibawahnya.

1345284560656246325
Pekarangan Kantor Rektorat (Unika St Thomas SU)

Maka tidak mengherankan jika anda menemukan banyak mahasiswa-mahasiswa yang sedang asyik berteduh dibawah pohon sambil Wifi-an dan juga mahasiswa yang belajar dan berdiskusi dibawah pohon. Benar-benar jauh berbeda dengan kampus-kampus yang relatif berada di pusat perkotaan dan suasana Bising kendaraan.
1345289778198347266
Sekitar Kolam dan Gedung Kapel(Unika st Thomas SU)

Kampus memang bukan sekedar bangunan. Kampus merupakan tempat sekelompok anak bangsa berkumpul dari seluruh pelosok negeri untuk mendapat ilmu dan tempaan. Akan jadi sosok apakah dia, lingkungan kampus sangatlah berpengaruh. Apabila tidak, mungkin kampus hanya sekedar bangunan tempat dosen datang, mengajar, memberi nilai untuk kemudian dilupakan. Selesai. Tidak ada kebanggaan pada almamater. Dan kampuspun gagal memberi kontribusi pendidikan seutuhnya pada seorang calon tokoh bangsa.
1345284851192249371
Asrama Puteri (Unika st Thomas SU)

Nah,Dengan Suasana lingkungan kampus yang asri, sejuk, hijau dan alami membuat nuansa belajar yang nyaman dan menyenangkan. Kondisi inilah yang menjadi daya tarik Universitas Katolik st Thomas SU yang mendapat julukan Kampus TerAsri se-kota Medan ini. Unika st Thomas SU memang sejak awal berdirinya menerapkan konsep kampus hijau dalam menata lingkungan kampusnya.

13452877161281765186
Unika St Thomas Su (Unika st Thomas SU)

Tidak hanya itu, Kampus Unika st Thomas SU yang kampusnya penuh dengan pohon-pohon yang membuat suasana sejuk tetapi juga seluruh civitas Unika st Thomas SU, mulai dari rektorat,dosen-dosen,pegawai hingga mahasiswanya selalu ditanamkan kedisplinan untuk  membuang sampah pada tempatnya. Anda akan sangat sulit mencari sampah yang berserakah di lingkungan kampus Unika st Thomas SU ini, karena memang hampir tidak ada sampah, sangat jarang ditemui orang yang membuang sampah dengan seenaknya sendiri di kampus ini.
13452882651379155581
Kampus Unika st Thomas SU(Doc.Pribadi)

Petugas kebersihan kampus yang sudah menjadi rutinitas kerjanya membersihkan lingkungan kampus, setiap harinya hanya mendapati atau membersihkan daun-daun pepohonan yang berguguran di malam hari. Dengan pola pikir masyarakat kampus Unika st Thomas SU yang mencintai dan peduli akan kondisi lingkungannya dengan membuang sampah pada tempatnya, sangat berdampak baik bagi di lingkungan kampus ini sendiri. Lingkungan terasa bersih dan nyaman, tidak tercium bau-bau “aneh” karena bekas bungkus makanan yang terbuang dan menginap beberapa hari.
13452894362080813659
Mahasiswa dan Dosen Fakultas Pertanian (Unika st Thomas SU)

Sulit mencari ungkapan  tepat untuk mengungkapkan kampus Unika st Thomas SU yang beralamat di jl. Setia Budi No. 479-F- Tanjung Sari Medan ini, semoga ke-asrian Kampus Unika st Thomas SU diharapkan bisa menjadi contoh dan pola pikir untuk menjaga bumi ini dari pemanasan global dimana tanaman menjadi jalan satu-satunya untuk mencegah. Arti penting tanaman bagi kehidupan setidaknya bisa menggugah kesadaran untuk terus menjaga kelestarian tanaman. Mari selamatkan bumi kita dari pemanasan dengan menanam dan melestarikan tanaman.

Sabtu, 30 Juni 2012

13408135431562861629
Ilustrasi/Admin(loungess.com)


Membandingkan Kreatifitas,intelektualisme,idealisme,patriotisme,mentalitas,moral maupun jati diri mahasiswa dahulu dengan mahasiswa sekarang,sangatlah jauh berbeda. Sudah bukan menjadi rahasia umum. Fenomena plagiasi, transaksi jual beli ijazah, jual beli Skripsi bahkan Tesis, sering terjadi di kalangan mahasiswa yang menjadikan kualitas hasil dari tugas akhir (skripsi, tesis dan desertasi) mahasiswa menjadi setumpuk penghias perpustakaan-perpustakaan kampus dan tidak mampu berperan banyak dalam menyelesaikan persoalan.

Kemana kreatifitas mahasiswa yang dulu pernah dibanggakan? Apa yang tengah terjadi di Kampus, sehingga proses kreatif itu hilang begitu saja? Problem apakah sebenarnya yang terjadi di Kampus, sehingga terjadi kematian yang panjang dalam kreatifitas mahasiswa? Apakah proses kreatif itu memang sudah dimatikan di dunia kampus kita?

Apakah degradasi mahasiswa baik itu dari kreatifitas,idealism hingga jati diri mahasiswa saat ini disebabkan oleh pengaruh budaya luar yang tidak tersekat meluncur deras melalui banyak media seperti televisi dan internet, telah banyak meracuni mahasiswa yang dengan mudahnya meniru budaya asing tersebut tanpa kontrol hanya agar bisa disebut gaul dan updater, gaya hidup konsumtif dan hedonis seperti berburu barang-barang import dan gadget terbaru, berpesta-pesta dan menghabiskan waktunya kepada hal-hal yang tidak bermanfaat seperti telah menjadi tradisi.?

Atau memang karena adanya pengaruh dari sistem pendidikan yang membentuk mentalitas yang buruk bagi mahasiswa, mulai dari sekolah dasar kita telah dijejali dengan ilmu yang bersifat dogma sampai perguruan tinggi pun kita masih dijejali dengan dogma dan teori-teori yang seperti tidak dapat di kritisi lagi, sehingga mahasiswa sekarang jarang sekali mampu mengeluarkan teori baru untuk menjawab suatu permasalahan, mereka hanya berkutat dan berkiblat ke dalam teori atau dogma-dogma yang ada.?

Atau kah memang karena kampus sekarang tak ayalnya seperti penjara karena formalisme universitas dan beban kurikulum yang sangat berat (overloaded). Akibatnya, hampir tidak tersisa lagi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas intelektualnya.?

Dengan system pendidikan yang ada saat ini lebih berorientasi pada hasil ketimbang proses. Identifikasinya kian jelas, mahasiswa diajari lupa akan kemandirian dan tanggung jawab kolektif. Kampus juga seolah tidak lagi merupakan tempat mahasiswa melatih diri untuk berbuat sesuatu berdasarkan nilai-nilai moral dan akhlak, di mana mereka mendapat koreksi tentang tindakan-tindakannya, salah atau benar dan baik atau buruk.

Proses pendewasaan diri tidak berlangsung baik di lingkungan kampus. Lembaga pendidikan ini cenderung lupa pada fungsinya untuk turut mendewasakan mahasiswa, mempersiapkan mereka untuk meningkatkan kemampuan meresponi dan memecahkan masalah-masalah dirinya sendiri maupun orang lain. Sehingga tidak heran apabila mahasiswa setelah lulus dan keluar dari universitas merasa canggung dan gagap terhadap realitas. Dan wajar saja setelah diwisuda banyak mahasiswa mengemis pekerjaan. Mereka merendahkan diri karena derajat intelektual telah tiada dan kalah oleh para pemilik modal.

Krisis Kreatifitas,mentalitas dan moral mahasiswa, bagaimanapun juga merupakan cermin dari krisis Kreatifitas,mentalitas dan moral dalam masyarakat lebih luas. Maka sudah sepantasnya masyarakat dan Terlebih yang bergelut di dunia pendidikan merasa perihatin dan mendorong serta membuat cara mengembalikan ruh jati diri mahasiswa.

Sebab tataran kampus yang selama ini tidak membuka ruang dan dukungan bagi mahasiwa untuk berekspresi dan berkontribusi serta Tri Darma perguruan tinggi yang selama ini terbatas pada simbol, tetapi tidak benar-benar real di dalam aplikasinya barangkali salah satu dari sekian banyak alasan krisisnya kreatifitas mahasiswa sekarang.


Perguruan Tinggi seharusnya bisa menjadi kontributor bagi peningkatan perekonomian, serta mampu memperbaiki tatanan sosial dan budaya bangsa. Untuk itu,agar Kedudukan dan fungsi universitas benar-benar terwujud dalam peran yang nyata. Maka sebagai penunjang utama,perguruan tinggi harus meningkatkan kualitas riset, staf pengajar dan metode ajar. Dengan begitu, kualitas perguruan tinggi tidak hanya tertumpu oleh jumlah lulusan, lama studi, indeks prestasi kumulatif melainkan kreatifitas mahasiswanya.

BY: SBSR