Sabtu, 05 Mei 2012

Pesan Rindu di Langit

13356952521252281067
Pesan Kerinduan yang ku tuliskan dilangit(kumpulanfiksi.wordpress.com)
Aku tak pernah lupa betapa suatu kali kamu
mengeluhkan ketidakmengertianmu akan aku
Kamu mendemostrasikan,
hatiku adalah Benda yang sama sekali tidak bisa dipahami
Organ yang seukuran telapak tangan,namun sangat rumit
melebihi ukiran batik paling ruwet
seolah ada labirin tek berujung yang terukir diatasnya
Tahukah kenapa aku tak menjawabmu kala itu?
Bukan karena aku berang
Tapi karena diam-diam aku menyetujui ucapanmu
Aku sependapat,karena jangan kamu maupun orang lain,
Aku sendiri pun sering tak bisa memahami hatiku
Telingaku tak peka untuk mendengarkan suaranya,
organ tubuhku yang lain tidak paham akan keinginannya
termasuk tujuannya untuk menulis pesan dilangit
setiap hari dengan sajak-sajak kerinduan
Tak seorang pun bisa mengerti jalan pikiranku
matahari dan arakan awan pun memandang miris,
mereka iba akan kenaifanku menyoreti langit itu,untuk kamu
mereka berkata,usahaku sia-sia belaka,
karena bohong besar jika kamu
tidak pernah membaca pesan yang ku tuliskan
Di ujung bumi mana pun kamu berada,seharusnya kamu bisa
melihat tulisan yang terpampang jelas dilangit biru
Siput yang bersembunyi di lipatan karang terdalam saja
mengaku bisa membaca pesan yang ku tuliskan
tapi mengapa kamu tidak?
Sebanyak apapun apapun pesan yang kukirimkan
aku harus menelan kenyataan,
kamu tidak kunjung datang menemuiku
apakah itu pertanda dan bukti nyata,
sesunguhnya kamu memang tidak ingin datang?
Aku merindukamu,sangat rindu
rasanya hatiku sudah akan meledak
karena tak sanggup menahan hasrat
Kalau saja tidak ada malam,
sehingga matahari bercolok
diatas kepala selama 24 jam
dan langit berwarna biru sepanjang masa,
maka seluruh langit pasti telah berisi penuh
dengan pesan-pesan kerinduanku
Inilah salah satu kuasa tuhan
kebaikan hatinya menciptakan siklus siang dan malam
membuat lembaran langit akan selalu berganti baru setiap hari
sehingga ketika fajar menyingsing,
aku bisa menulisi langit sepuasnya

Oleh : “SBS”