Dan kejenuhan mulai mlanda diri ini.
Kebosanan akan rutinitas kuliah yang kian hari kian menghantui.
Langkahku seakan tertatih. Terserak tak berirama.
Suara-suara yang berisi tuntutan kian menggema semakin kencang di tiap hembusan nafas.
Memekakkan telinga.
“Kapan udah lulus belom?”
“Skripsi nyampe mana?”
“Si A udah kerja lho.”
“Si B besok November wisuda.”
“Kamu kapan?”
Ah! Bosan sekali rasanya menelan kenyataan pahit yang ada.
Terkadang, aku ingin berlari, bersembunyi di balik bukit yang menjulang tinggi.
Bersembunyi dari semua kewajiban itu.
Hilang entah kemana.Yang jauh.
Hah. Tapi itu bukan aku.
Yang dengan mudahnya berlari dari tanggungjawab.
Bukan aku yang lari dari semua kenyataan yang sebenarnya itu manis.
Tersentak.
Terkejut.
Aku terbangun dari mimpi burukku.
Afirmasi positif ku gemakan dalam diri setiap aku merasakan kejenuhan.
“ ini bukan akhir dari segalanya.”
“Semakin aku menjauhinya, mengacuhkannya, semakin tertinggal jauh aku dari masa depan.”
“ inget orangtua, bapak ibu yang udah susah payah membiayai kuliah kamu hingga sekarang.”
“Hei,surya ayok bangkit Bapak ibuk menunggu kamu untuk melihat kamu memakai toga.”
''AYO SEMANGAT SURYA''

semangat . . .!!
BalasHapus:)
makasih miiiiiiii
BalasHapus