“Si A udah kerja.”
“Si B uda wisuda.”
“Kamu kapan?”
“apa jangan-jangan kamu tidak kuliah lagi cuma menghabiskan orang tua saja”
Suara-suara yang berisi tuntutan kian menggema semakin kencang di tiap hembusan nafas.
Memekakkan telinga.
Aku terpancing emosi mendengar kata-kata orang tua ku
Dan pertengkaran pun tidak terelakkan lagi
Memang aku sadar,sudah hampir 5 tahun kuliah tapi titel sarjana itu blom ku raih.
Dan aku juga tahu bapak ibu udah susah payah membiayai kuliah ku hingga sekarang.”
Dan aku juga paham betul harapan Bapak ibu menunggu untuk melihat aku memakai toga.”
Tapi aku minta maaf bapak ibu,jika aku blom bisa wujudkan harapan kalian
Aku ingin Bapak ibu bersabar,berikan aku waktu untuk menyelesaikan kuliahku
Aku bukan tidak berusaha tp jangan berfikiran negatif terus kepadaku.
Bukan keinginanku seperti ini,setiap orang tidak pernah mengharapkan kegagalan datang
Menghampiri hidupnya,tapi ini mungkin sudah takdir yang harus aku jalani.
Jadi Bapak ibu aku hanya minta jangan desak aku terus,berfikir positiflah tentang aku
Petiklah hikmah dari semua yang terjadi ini,karena aku yakin dibalik semua ini
Tuhan pasti ada rencana yang baik untukku dan juga untuk keluarga kita.
Dan aku janji kepadamu Bapak ibu,sebagai seorang anak,
aku tidak akan lari dari tanggungjawab dan aku akan berubah.
Aku tidak selamanya begini terus-menerus
Bantu aku bapak ibu lewat doa melewati masa-masa sulit dalam hidupku
Tulisan ini sebagai refleksi ku yang tidak hanya untuk ku renungkan
Tapi juga untuk memotivasi ku lebih gigih dan terus berjuang menyelesaikan study
Dan esok setelah aku membuka mata,aku janji akan membuktikan tekadku
tidak akan mengingkari Semua yang telah ku tanamkan dalam hatiku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar