Demokrasi kembali
mempertontonkan kejanggalan
hukum yg sedang menari dengan irama ta di mengerti
sandal jepit menjepit hati nurani
semakin ta bisa dipahami segala ulah petinggi negeri
kini banyak pemimpi penuh ambisi disini
kaum susah hanya bisa gigit jari
di atas pusara negeri yg tanpa nurani
sedangkan si banyak materi
ketawa-ketiwi melenggang keluar jeruji
konstitusi yang tak terpahami
demokrasi ruang bisu tanpa mimpi
tenggelam di kapal sendiri
dari genenerasi ke generasi
Masihkah kita menyebut mereka
penyambung suara rakyat
sementara mereka senantiasa
tertawa diatas penderitaan kita
Andai mereka ta hanya bicara
ta cukup memimpin negeri diatas janji
Andai pula kami boleh memilih
tentu kan kami titipkan mimpi pada gunung yang tinggi
Jerit bibir-bibir terjepit
lidah setajam puisi,bersama ludah basi
hanya mengisahkan catatan gosong
Berharap matahari menuntaskan mimpi kami
karena pancasila bukanlah rumus kode buntut
yang hanya berisi harapan dan khayalan
Pangururan, 05 januari 2012
Suryono Briando siringo
hukum yg sedang menari dengan irama ta di mengerti
sandal jepit menjepit hati nurani
semakin ta bisa dipahami segala ulah petinggi negeri
kini banyak pemimpi penuh ambisi disini
kaum susah hanya bisa gigit jari
di atas pusara negeri yg tanpa nurani
sedangkan si banyak materi
ketawa-ketiwi melenggang keluar jeruji
konstitusi yang tak terpahami
demokrasi ruang bisu tanpa mimpi
tenggelam di kapal sendiri
dari genenerasi ke generasi
Masihkah kita menyebut mereka
penyambung suara rakyat
sementara mereka senantiasa
tertawa diatas penderitaan kita
Andai mereka ta hanya bicara
ta cukup memimpin negeri diatas janji
Andai pula kami boleh memilih
tentu kan kami titipkan mimpi pada gunung yang tinggi
Jerit bibir-bibir terjepit
lidah setajam puisi,bersama ludah basi
hanya mengisahkan catatan gosong
Berharap matahari menuntaskan mimpi kami
karena pancasila bukanlah rumus kode buntut
yang hanya berisi harapan dan khayalan
Pangururan, 05 januari 2012
Suryono Briando siringo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar